Ketika seseorang berdzikir nyambung kepada Allah secara intens, maka biasanya akan menimbulkan sensasi yang luar biasa berupa tergetarnya hati bahkan juga tubuh fisik seseorang. Sesuatu yang barangkali aneh bahkan menakutkan bagi yang belum pernah merasakannya.
Tak perlu takut
Ketakutan terhadap hal yang baru barangkali hal yang normal saja. Asal tidak sampai memutuskan untuk berhenti berdzikir. Kerugian yang sangat besar kalau memutuskan untuk berhenti dari berdzikir. Karena kita diberi kesempatan untuk mencapai Allah. Tapi malah kita sia-siakan.
Kenapa bergetar
Getaran yang muncul adalah karena begitu besarnya energi positif berupa rahmat Allah yang masuk yang kemudian berbenturan dengan energi negatif yang berupa dosa-dosa dan hawa nafsu setaniah. Terjadi proses pembersihan dan perbaikan ilahi terhadap lahir maupun batin. Sehingga tak mengherankan bila ada seorang pedzikir secara tiba-tiba merasa sembuh dari sakitnya hanya dengan berdzikir saja. Dengan dzikir yang nyambung, wushul kepada Allah. Sehingga terasa sekali adanya benang yang kuat yang mengaitkan, menghubungkan antara hati dengan Allah.
Memperbesar getaran ilahi [getaran ketuhanan]
Semakin fokus arah pikiran pada Allah, maka semakin besarlah getaran ilahi yang dirasakan. Semakin jelas arah pikiran kepada Allah, maka semakin bergeloralah energi sinar ilahi yang diturunkan yang kemudian menyelimuti, merasuki keseluruhan tubuh, fisik maupun batin.
Sebaliknya. Semakin kabur pikiran dalam menghadap pada Allah, maka semakin berkuranglah energi ilahi yang masuk. Sampai pada tingkat tidak ada getaran sama sekali karena pikiran yang kehilangan Allah, alias ngeloyor kemana-mana.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila
nama Allah disebut, maka gemetarlah hati mereka
[Al-anfaal/02]